Kami kokoh layaknya PETRONAS

Rabu, 24 April 2013

Kami kokoh layaknya PETRONAS

Bumi telah menampakkan paginya dan matahari mulai menampakkan senyumnya, itu adalah waktu dimana para pekerja siap untuk memulai aktifitas begitupun dengan anak sekolahan termasuk diriku
. Nadia Oktavia itulah namaku yang tercantum di absensi kelas. Tidak terasa ternyata minggu pertama masa SMA telah aku lewati banyak kegiatan yang aku dan teman-teman lakukan mulai dari proses belajar mengajar dan juga proses pemilihan ekstrakulikuler yang katanya wajib untuk ikut dalam salah satu kegiatan ekstrakulikuler ini. Seminggu yang telah berlalu ini rasanya sungguh menyenangkan dan hal ini akan kulewati sepanjang 3 tahun kedepan, aku di tempatkan di kelas X.1 dan aku duduk dengan teman baruku yang bernama Fira, awal perkenalan kami yakni saat Fira di pindahkan dari kelas sebelah dan saat itu kebetulan aku duduk sendiri jadi ibu guru menyuruh Fira untuk duduk di sampingku. Singkat cerita perkenalan kami bermula :
“hai kenalkan namaku Nadia, kalau boleh tau nama kamu siapa?” Dengan nada riang aku bertanya, dan fira pun menjawab “hai juga namaku Fira aku tinggal di Makassar tapi aku asli orang sunda”. karena aku memang sedikit kepo jadi aku bertanya banyak ke Fira “kok kamu bisa ada di Makassar, kenapa tidak sekolah di Bandung saja kan disana banyak sekolah yang unggul di berbagai bidang?”
“ aku ikut orang tua, masalahnya ayahku dipindah kerjakan ke Makassar untuk waktu yang lama jadi otomatis aku juga harus ikut” jawab fira.
“ oh jadi seperti itu yah ceritanya”
“ya begitulah”.
*kring....kring...kring..* Belpun berbunyi dan itu menunjukkan waktunya istirahat, aku dan Fira memutuskan untuk ke kantin guna membeli makan, setelah makan kami memutuskan untuk ke perpustakaan karena kebetulan kami berdua ini sama-sama suka membaca buku.
***
Waktu berlalu begitu singkat tak terasa sekarang sudah 3 bulan aku menjalani masa SMA ini, saat aku dan fira sedang asyik bercerita dikelas tiba-tiba ibu guru masuk bersama dua orang anak yang mukanya hampir sama kalau tidak salah namanya Mia dan Malak. Kata ibu guru dia itu anak baru pindahan dari kalimantan. Mereka berdua duduk didepanku, sejak saat itu kami sudah sering jalan bersama antara aku, Fira, Malak dan Mia. Hari demi hari kami lewati bersama banyak waktu yang kami habiskan pula bersama sejak saat itu kami menjalin sebuah persahabatan yang kami beri nama PETRONAS karena kami sama-sama suka dengan menara kembar itu sehingga muncullah ide untuk mengambil nama petronas untuk lambang persahabatan kami dengan makna tak akan ada perpisahan diantara kami layaknya menara petronas yang tak pernah terpisah.
***
Hari ini adalah hari dimana anak sekolah akan menerima laporan hasil belajar selama 2 semester tak terasa sebentar lagi aku akan menginjakkan kakiku di kelas XI, hal yang tak pernah terduka ternyata ada sistem baru yang diterapkan oleh sekolah yakni sistem penjurusan dimana anak-anak yang pintar di mata pelajaran MIPA ditempatkan dikelas exact, sedangkan anak-anak yang ingin memeperdalam akuntansi akan di tempatkan di kelas social. Siang harinya geng Petronas berkumpul dikantin guna membicarakan nasib kami selanjutnya aku, Fira,Malak dan Mia berkumpul dibangku paling belakang sambil menunggu pesanan kamipun memulai perbincangan.
“Hey  Kawan, bagaimana nasib kita selanjutnya jika kita di tempatkan dikelas yang berbeda , apa kita masih bisa berkumpul sama seperti sekarang?” kata malak yang sudah memulai perbincangan.
“Akupun tidak tahu, tapi semoga saja kita akan ditempatkan dikelas yang sama”. Jawabku dengan singkat
Mia pun berkata “ jika memang nantinya kelas kita berbeda  kita usahakan saja untuk selalu bertemu agar hubungan persahabatan kita tidak terputus”
“iyaa, itu benar sekali, aku setuju dengan ide Mia, kitakan hanya tinggal menentukan tempat yang pas untuk bertemu jadinya walaupun kita tidak sekelas tapi hubungan persahabatan kita tetap berjalan layaknya petronas yang tak pernah terpisah”, kata fira.
*kring..*kring..*kring..* bel telah berbunyi itu tandanya waktu istirahat telah selesai dan sebentar lagi pengumuman penempatan kelas akan segera di tempelkan di tiap kelas, aku sudah tidak sabar menantikan pengumuman itu.
Dari jauh aku melihat bapak guru yang telah berkeliling untuk menempelkan kertas pengumuman, dan terlihat pula teman-temanku yang sudah berlarian untuk mencari nama mereka. Hal yang tidak diinginkanpun terjadi Aku dan Malak ditempatkan dikelas social sedangkan Mia dan Fira ditempatkan dikelas exact.
***
Tak terasa waktu tiga tahun telah berlalu begitu cepat, ini adalah waktu terakhirku untuk bersama para sahabat sebelum aku pergi melanjutkan belajarku di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sedangkan Fira melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung, Malak dan Mia kembali ke Kalimantan dan katanya akan melanjutkan kuliah di salah satu universitas di negara tetangga. Kami berjanji tidak akan saling melupakan satu sama lain, aku juga berjanji akan selalu memberi kabar untuk mereka. Aku tak akan pernah melupakan mereka sahabat-sahabatku yang selama tiga tahun ini menemani masa SMA ku, aku akan selalu mengenang mereka dimanapun aku berada layaknya Petronas yang tak pernah terpisahkan itulah yang akan menjadi lambang kebersamaan kami.JJJJ

2 komentar:

  1. Unknown mengatakan...:

    hahahahahaaaaa....

  1. Unknown mengatakan...:

    bang uyee, kenapa tertawa?

Posting Komentar