Catatan 12-08-2014

Minggu, 19 Oktober 2014

Catatan 12-08-2014


Hari ini aku kembali ingin mengadukan masalah kehidupanku kepadamu sang pencipta yang benar-benar sudah mengerti dengan kondisi hambamu yang satu ini, apapun yang telah tertuang dalam ceritaku ini kuharap bisa mengurangi apa yang sedang aku rasakan dan alami saat ini.
Saat aku baru saja ingin mengenalmu lebih dalam dan mengamalkan segala yang telah pendahuluku lakukan, hal itu terasa sangatlah sulit untuk kuwujudkan saat ini. mengapa? Jika bertanya mengapa itu semua karena mereka, yah mereka yang saat ini hadir dalam hidupku dan berusaha mengajarkan sesuatu yang baru, tapi hal itu aku belum tahu benar ataupun salah yang jelas aku berusaha untuk bergaul dan meninggalkan kesendirianku, sifat yang berbeda memang terkadang membuat sebuah perpecahan, cara berfikir yang berbeda terkadang membuat pendapat juga berbeda, namun bisakah kami dipersatukan ketika kami sudah berada diujung perpecahan? Entahlah aku hanya berharap ada sebuah hidayah yang bisa menyadarkan siapapun yang salah diantara kami. Kami manusia yang diciptakan dengan kodrat tak pernah salah, tak ada manusia yang ingin dianggap salah oleh manusia lain tapi akankah salah satu dari manusia itu bisa menerima dengan kelapangan hati yang ditunjukkan oleh khalifah terdahulu kami? Aku berharap bisa, tapi terkadang berpikir realis dan egois yang memutuskan semuanya sehingga perubahan lebih baik itu sangatlah sulit untuk dilakukan.


Aku hanya bisa berharap mendapatkan teman yang pantas dan benar-benar bisa mengerti, tapi aku juga butuh teman yang bisa kumengerti sehingga kami bisa saling mengerti dan tidak akan ada yang menjadi parasit baik itu dia ataupun aku. Manusia selalu saling membutuhkan satu sama lain tapi akankah itu semua bisa terpenuhi jika tak ada kepercayaan satu sama lain? Sepertinya susah untuk mewujudkan semua itu, walaupun berpegang teguh dengan apa yang telah menjadi prinsip tapi untuk menjadi manusia yang lebih baik itu sangatlah susah, aku hanya ingin menjaga setiap hubunganku sesama manusia, dan akupun berharap engkau bisa membantuku untuk mewujudkan keinginan itu Tuhan . 

Aku kertas dan Kalian adalah Penaku

Rabu, 24 April 2013

Aku kertas dan Kalian adalah Penaku

Langit masih belum memperlihatkan tanda akan adanya aktivitas, saat semua orang masih terlelap di tempat tidur aku berusaha untuk bangun guna melaksanakan shalat tahajjud sebagai salah satu wujud pengabdianku kepada tuhan yang telah menciptakanku. Setelah menunaikan shalat aku sejenak berfikir kejutan apa yang akan kudapatkan hari ini, aku kembali ketempat tidur tiba-tiba terdengar suara *kring..kring.. ada sms tolong dibaca* kemudian akupun menggapai sebuah benda kecil dari bawah bantal. Terlihat sebuah pesan singkat dari salah seorang sahabatku yang bernama Malak “selamat ulang tahun Ninis, semoga panjang umur dan sehat selalu disini aku akan senantiasa mendoakanmu” itulah pesan singkat yang tertera dilayar handphoneku, akupun membalas pesan singkat itu “terima kasih kawan atas ucapan selamat dan doanya”. Setelah aku membalas pesan singkat itu  Aku memutuskan untuk kembali merebahkan diri ketempat tidur.
***

Kami kokoh layaknya PETRONAS


Kami kokoh layaknya PETRONAS

Bumi telah menampakkan paginya dan matahari mulai menampakkan senyumnya, itu adalah waktu dimana para pekerja siap untuk memulai aktifitas begitupun dengan anak sekolahan termasuk diriku

penantian tak berujung

Rabu, 23 Januari 2013


Kini kuberada di titik kejenuhan
Ku sudah berjanji dalam diriku
Bahwa  ku tak akan berpaling lagi kepadamu
            Tatapan itu kini tak lagi ku dapat
            Kekecewaan hanya itu yang kurasakan sekarang.
Rasanya terlalu bodoh diri ini
Pernah suka kepada orang sepertimu
Dan…
Kini ku berjanji kuakan akhiri semuanya
Karena ku sudah lelah untuk sebuah
Penantian yang tak berujung.


No Title

Sabtu, 01 Desember 2012

Dear diary, tuhan hari ini aku sangat bahagia karena aku bisa merasakan kebahagiaan bertemu dengan sahabat-sahabtku lagi yang sudah lama terpisah denganku karena tuntutan pendidikan, tuhan terima kasih ku ucapkan atas segala kesempatan dan kebahagiaan yang berlimpah yang engkau berikan padaku hari ini, aku baru kembali merasakan kebahagiaan hidupku yang sempat hilang tak jarang aku berfikir dalam benakku apakah sahabatku itu masih sering memikirkanku?, memikirkan keadaanku seperti halnya aku yang memikirkan mereka?, tuhan aku mohon berikan mereka ingatan yang panjang tentangku, tentang segala apa yang telah kami lewati bersama,  semoga mereka tak akan melupakan segala apa yang telah kami lakukan bersama entah itu bahagia atau tidak, karena kami telah melewati banyak rintangan untuk mempertahankan persahabatan ini dan tak mungkin aku bisa melupakannya begitu saja begitupun dengan mereka semoga mereka senantiasa selalu mengingatnya dimanapun mereka berada, untuk para sahabatku aku minta maaf jika aku pernah melakukan kesalahan ke kalian entah itu disengaja ataupun tidak, tak ada kata yang mampu menggantikan kata maaf walaupun itu mungkin tak mampu menghapus segala kesalahanku kekalian, tuhanpun bisa mengampuni hambanya yang bersalah dan aku yakin kalian juga pasti  bisa melakukannya, oh iya walaupun pertemuan hari ini sangatlah singkat tapi aku mohon kepadamu tuhan semoga kebahagiaan ini bisa terulang kembali dihari-hari yang akan datang, sungguh masih banyak yang ingin aku tuangkan ke buku kecilku ini tapi aku sudah merasa lelah dan mataku rasanya sudah tak sanggup untuk menatap buku ini. Tuhan inilah akhir dari perjalanan hidupku hari ini semoga ketika aku bangun besok semua hal yang terjadi hari ini akan terus berlanjut semoga saja tuhan aminnn  :)

Antara Mereka dan Seoul

Senin, 19 November 2012

Antara  Mereka  dan  Seoul
Alarm berbunyi tepat pukul 05.00, aku terbangun dari tidurku dan tak sadar ternyata aku masih ada diposisi terakhir sebelum aku tidur yaitu di ruang belajar, saat itu adzan sudah mulai berkumandang dan tanpa fikir panjang aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian aku berangkat ke mushallah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, setelah menunaikan shalat subuh aku kembali kerumah di tengah perjalanan aku bertemu dengan salah seorang sahabatku yaitu mia, dia adalah teman TK ku dulu dan sekarang dia adalah sahabatku. sejak TK sampai SMA kami senantiasa selalu bersama dan tak pernah terpisahkan, aku pulang bersama dengan Mia dan sepupunya yaitu Arkan, Arkan adalah sepupu Mia dari Jogja dia adalah cowok berambut hitam berkacamata dan tinggi umurnya kira-kira sama denganku yakni 15 tahun, mereka berdua mengantarku pulang kerumah menggunakan mobil Arkan karena jarak rumah kami tidak terlalu jauh jadi aku putuskan untuk ikut bersama Mia sekalian untuk menghemat energi.
***
Suara pak udin sudah terdengar dari depan rumah memanggil aku sembari berkata “ non cepetan entar terlambat lagi loh ini kan hari senin jadi ke sekolahnya harus lebih cepat”,
 Aku yang saat itu baru saja sarapan langsung ke luar rumah menghampiri Pak udin tapi sebelum itu aku berpamitan dulu dengan ibu dan ayah. Di dalam mobil aku menikmati perjalanan hari itu jalanan sangatlah macet dan ditengah perjalanan aku bertemu dengan Mia dan Arkan lagi tentunya, ternyata Arkan itu sudah memutuskan untuk pindah sekolah ke sekolahku yakni di SMA NUSA 2 kami berpapasan di gerbang sekolah dan kami berjalan bertiga masuk kekelas tapi Arkan terlebih dahulu keruangan kepala sekolah, belpun berbunyi semua berhamburan ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera, saat itu aku tak melihat sosok Arkan lagi mungkin dia masih ada diruang kepala sekolah, setelah upacara selesai aku, Mia dan yang lainnya kembali lagi kekelas, tak berapa lama kami sampai dikelas kepala sekolah datang bersama dengan pria berambut hitam dan berkacamata masuk kedalam kelas, ternyata dia Arkan sepupunya Mia dia satu kelas denganku, setelah Arkan

catatan tidak penting

Selasa, 13 November 2012

Makasih tuhan atas apa yang telah kau berikan kepadaku hari ini, kau telah mengajarkanku berulang kali dan mengingatkanku berulang kali mengenai sampah-sampah dalam hidupku yang kerjanya hanya mengotori tak berarti menguntungkanpun tidak, engkau telah memberiku pelajaran berharga tentang rasanya kehilangan orang-orang seperti itu dan kehilangan satu orang tidak akan berarti karena memang dia tidak penting dan tidak berarti, oh tuhan hari ini kau telah memeberikan