Kami kokoh layaknya PETRONAS
Bumi telah menampakkan paginya dan matahari mulai
menampakkan senyumnya, itu adalah waktu dimana para pekerja siap untuk memulai
aktifitas begitupun dengan anak sekolahan termasuk diriku
. Nadia Oktavia itulah
namaku yang tercantum di absensi kelas. Tidak terasa ternyata minggu pertama
masa SMA telah aku lewati banyak kegiatan yang aku dan teman-teman lakukan
mulai dari proses belajar mengajar dan juga proses pemilihan ekstrakulikuler
yang katanya wajib untuk ikut dalam salah satu kegiatan ekstrakulikuler ini.
Seminggu yang telah berlalu ini rasanya sungguh menyenangkan dan hal ini akan
kulewati sepanjang 3 tahun kedepan, aku di tempatkan di kelas X.1 dan aku duduk
dengan teman baruku yang bernama Fira, awal perkenalan kami yakni saat Fira di
pindahkan dari kelas sebelah dan saat itu kebetulan aku duduk sendiri jadi ibu
guru menyuruh Fira untuk duduk di sampingku. Singkat cerita perkenalan kami
bermula :
“hai
kenalkan namaku Nadia, kalau boleh tau nama kamu siapa?” Dengan nada riang aku
bertanya, dan fira pun menjawab “hai juga namaku Fira aku tinggal di Makassar
tapi aku asli orang sunda”. karena aku memang sedikit kepo jadi aku bertanya
banyak ke Fira “kok kamu bisa ada di Makassar, kenapa tidak sekolah di Bandung
saja kan disana banyak sekolah yang unggul di berbagai bidang?”
“
aku ikut orang tua, masalahnya ayahku dipindah kerjakan ke Makassar untuk waktu
yang lama jadi otomatis aku juga harus ikut” jawab fira.
“
oh jadi seperti itu yah ceritanya”
“ya
begitulah”.
*kring....kring...kring..* Belpun berbunyi dan itu
menunjukkan waktunya istirahat, aku dan Fira memutuskan untuk ke kantin guna
membeli makan, setelah makan kami memutuskan untuk ke perpustakaan karena
kebetulan kami berdua ini sama-sama suka membaca buku.
***
Waktu berlalu begitu singkat tak terasa sekarang
sudah 3 bulan aku menjalani masa SMA ini, saat aku dan fira sedang asyik
bercerita dikelas tiba-tiba ibu guru masuk bersama dua orang anak yang mukanya
hampir sama kalau tidak salah namanya Mia dan Malak. Kata ibu guru dia itu anak
baru pindahan dari kalimantan. Mereka berdua duduk didepanku, sejak saat itu
kami sudah sering jalan bersama antara aku, Fira, Malak dan Mia. Hari demi hari
kami lewati bersama banyak waktu yang kami habiskan pula bersama sejak saat itu
kami menjalin sebuah persahabatan yang kami beri nama PETRONAS karena kami
sama-sama suka dengan menara kembar itu sehingga muncullah ide untuk mengambil
nama petronas untuk lambang persahabatan kami dengan makna tak akan ada
perpisahan diantara kami layaknya menara petronas yang tak pernah terpisah.
***
Hari ini adalah hari dimana anak sekolah akan
menerima laporan hasil belajar selama 2 semester tak terasa sebentar lagi aku
akan menginjakkan kakiku di kelas XI, hal yang tak pernah terduka ternyata ada
sistem baru yang diterapkan oleh sekolah yakni sistem penjurusan dimana
anak-anak yang pintar di mata pelajaran MIPA ditempatkan dikelas exact,
sedangkan anak-anak yang ingin memeperdalam akuntansi akan di tempatkan di
kelas social. Siang harinya geng Petronas berkumpul dikantin guna membicarakan
nasib kami selanjutnya aku, Fira,Malak dan Mia berkumpul dibangku paling
belakang sambil menunggu pesanan kamipun memulai perbincangan.
“Hey Kawan,
bagaimana nasib kita selanjutnya jika kita di tempatkan dikelas yang berbeda ,
apa kita masih bisa berkumpul sama seperti sekarang?” kata malak yang sudah
memulai perbincangan.
“Akupun tidak tahu, tapi semoga saja kita akan
ditempatkan dikelas yang sama”. Jawabku dengan singkat
Mia pun berkata “ jika memang nantinya kelas kita
berbeda kita usahakan saja untuk selalu
bertemu agar hubungan persahabatan kita tidak terputus”
“iyaa, itu benar sekali, aku setuju dengan ide
Mia, kitakan hanya tinggal menentukan tempat yang pas untuk bertemu jadinya
walaupun kita tidak sekelas tapi hubungan persahabatan kita tetap berjalan
layaknya petronas yang tak pernah terpisah”, kata fira.
*kring..*kring..*kring..* bel telah berbunyi itu
tandanya waktu istirahat telah selesai dan sebentar lagi pengumuman penempatan
kelas akan segera di tempelkan di tiap kelas, aku sudah tidak sabar menantikan
pengumuman itu.
Dari jauh aku melihat bapak guru yang telah
berkeliling untuk menempelkan kertas pengumuman, dan terlihat pula
teman-temanku yang sudah berlarian untuk mencari nama mereka. Hal yang tidak
diinginkanpun terjadi Aku dan Malak ditempatkan dikelas social sedangkan Mia
dan Fira ditempatkan dikelas exact.
***
Tak terasa waktu tiga tahun telah berlalu begitu
cepat, ini adalah waktu terakhirku untuk bersama para sahabat sebelum aku pergi
melanjutkan belajarku di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sedangkan Fira
melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung, Malak dan Mia kembali ke
Kalimantan dan katanya akan melanjutkan kuliah di salah satu universitas di
negara tetangga. Kami berjanji tidak akan saling melupakan satu sama lain, aku
juga berjanji akan selalu memberi kabar untuk mereka. Aku tak akan pernah
melupakan mereka sahabat-sahabatku yang selama tiga tahun ini menemani masa SMA
ku, aku akan selalu mengenang mereka dimanapun aku berada layaknya Petronas
yang tak pernah terpisahkan itulah yang akan menjadi lambang kebersamaan kami.JJJJ

hahahahahaaaaa....