Antara Mereka dan Seoul
Alarm berbunyi tepat pukul
05.00, aku terbangun dari tidurku dan tak sadar ternyata aku masih ada diposisi
terakhir sebelum aku tidur yaitu di ruang belajar, saat itu adzan sudah mulai
berkumandang dan tanpa fikir panjang aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi
untuk mencuci muka kemudian aku berangkat ke mushallah yang jaraknya tidak
terlalu jauh dari rumah, setelah menunaikan shalat subuh aku kembali kerumah di
tengah perjalanan aku bertemu dengan salah seorang sahabatku yaitu mia, dia
adalah teman TK ku dulu dan sekarang dia adalah sahabatku. sejak TK sampai SMA
kami senantiasa selalu bersama dan tak pernah terpisahkan, aku pulang bersama
dengan Mia dan sepupunya yaitu Arkan, Arkan adalah sepupu Mia dari Jogja dia
adalah cowok berambut hitam berkacamata dan tinggi umurnya kira-kira sama
denganku yakni 15 tahun, mereka berdua mengantarku pulang kerumah menggunakan
mobil Arkan karena jarak rumah kami tidak terlalu jauh jadi aku putuskan untuk
ikut bersama Mia sekalian untuk menghemat energi.
***
Suara pak udin sudah
terdengar dari depan rumah memanggil aku sembari berkata “ non cepetan entar
terlambat lagi loh ini kan hari senin jadi ke sekolahnya harus lebih cepat”,
Aku yang saat itu baru saja sarapan langsung
ke luar rumah menghampiri Pak udin tapi sebelum itu aku berpamitan dulu dengan
ibu dan ayah. Di dalam mobil aku menikmati perjalanan hari itu jalanan
sangatlah macet dan ditengah perjalanan aku bertemu dengan Mia dan Arkan lagi
tentunya, ternyata Arkan itu sudah memutuskan untuk pindah sekolah ke sekolahku
yakni di SMA NUSA 2 kami berpapasan di gerbang sekolah dan kami berjalan
bertiga masuk kekelas tapi Arkan terlebih dahulu keruangan kepala sekolah,
belpun berbunyi semua berhamburan ke lapangan untuk melaksanakan upacara
bendera, saat itu aku tak melihat sosok Arkan lagi mungkin dia masih ada
diruang kepala sekolah, setelah upacara selesai aku, Mia dan yang lainnya
kembali lagi kekelas, tak berapa lama kami sampai dikelas kepala sekolah datang
bersama dengan pria berambut hitam dan berkacamata masuk kedalam kelas,
ternyata dia Arkan sepupunya Mia dia satu kelas denganku, setelah Arkan
memperkenalkan diri dia dipersilahkan duduk karena hanya aku yang duduk sendiri
jadinya Arkan duduk disampingku untuk 6 bulan kedepan. Hari demi hari berlalu
begitu saja banyak hal yang menyenangkan yang kami bertiga lakukan bersama
sampai akhirnya ulangan tengah semester pun dimulai dan aku terpisah ruangan
dengan Mia dan Arkan, seminggu telah berlalu waktunya pengumuman siapa yang
akan menempati peringkat tertinggi dikelas dan tentu saja aku, Arkan dan Mia
lah yang menduduki peringkat tiga besar sampai akhirnya kami merayakan kemenangan
kami ini di rumah Mia, saat itu Mia dan ibunya sedang ada di dapur hanya
tinggal aku saja dan Arkan yang ada di ruang tamu saat itu aku
berbincang-bincang dengan Arkan dan membicarakan banyak hal yang mungkin tidak
penting untuk di bicarakan.
***
Tepat pukul 19.00 aku dan
keluarga berkumpul di ruang makan saat itu ayah baru pulang bekerja, dia bilang
ke ibu kalau dia di tugaskan keluar negeri tepatnya di Seoul untuk beberapa tahun kedepan dan itu
artinya aku dan keluarga harus ikut dengan ayah, dan keberangkatan kami tepat
saat aku berulang tahun yang ke 15, sontak saja aku kaget dan tak menyangka
harus hidup di negara orang tanpa sahabat-sahabatku tapi apalah mau dikata
itukan tugas ayah dan tak mungkin ayah menolaknya, keesokan harinya Mia dan Arkan
datang menjemputku untuk berangkat kesekolah di tengah perjalanan aku
menceritakan semuanya ke Mia dan Arkan, aku melihat raut wajah mereka yang
sedih dan murung seakan tak bisa merelakan kepergianku. Setelah sampai di
sekolah aku melihat sekertaris ayah yang ternyata saat itu dia sedang mengurus
surat pindahku ke Seoul, aku menghampiri sekertaris ayah itu dan bertanya “
memangnya kita jadi berangkat besok..?” dia berkata ‘iya dek, besok kalian
sekeluarga akan melakukan perjalan ke seoul’ aku langsung kaget dan aku kembali
kekelas merenungkan semua yang akan terjadi besok aku merenungkan dalam benakku
mungkinkah aku bisa hidup tanpa mereka akankah aku bisa menemukan sosok seperti mereka di sana, hmm
entahlah.. -_-. Bel pulang berbunyi sontak seluruh siswa berhamburan keluar
seperti biasa aku, Mia dan Arkan pulang bersama. Aku menceritakan
keberangkatanku besok ke Mia dan Arkan, mereka hanya bisa diam tanpa kata. Saat
aku sampai dirumah aku bertanya ke pada ibu “ ibu bisakah keberangkatan kita
ditunda dulu? Aku mohon ibu” kemudian ibu berkata ‘ tidak nak, pekerjaan ayahmu
sudah mendesak sekali sehingga kita harus berangkat kesana secepatnya, oh iya
besok setelah kamu pulang sekolah kita sudah akan secepatnya berangkat ke
bandara’. Aku kemudian meninggalkan ibu dan menuju kekamar sembari
mempersiapkan barang-barang yang harus ku bawa menuju Seoul.
***
Keesokan harinya aku
berangkat ke sekolah bersama Mia tapi aku tidak melihat Arkan pagi itu, ditengah
perjalanan aku bercerita ke Mia bahwa sebentar setelah pulang dari sekolah aku
akan berangkat ke Seoul tapi seperti biasa Mia hanya diam dan murung. Setelah
sampai disekolah aku memasuki pintu gerbang dengan perasaan tidak karuan, aku
menuju ke kelas bersama Mia dan saat aku memasuki kelas aku mendapat kejutan
dari teman-teman termasuk Arkan, mereka ternyata sudah mempersiapkan kejutan
untukku untuk merayakan hari ulang tahunku yang ke 15 aku sangat senang dan
tidak menyangka mereka akan melakukan hal seperti itu. Arkan menghampiriku
sambil membawa kue tar berwarna ungu, sedangkan teman-temanku yang lain
menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku *selamat ulang tahun..., tiup
lilinnya tiup lilinnya sekarang juga* Mia berteriak ‘ make a wish dulu’, dalam
hati aku berdoa entah apa yang kupikirkan saat itu tapi yang jelas aku berharap
semoga aku tak akan dipisahkan dari mereka dari sahabat-sahabatku yang
senantiasa membuat hariku terus berwarna dengan canda tawa mereka. Setelah
proses belajar mengajar selesai aku berkata ke teman-teman kelasku bahwa hari
ini adalah hari terakhir kami bersama di SMA NUSA 2 karena sebentar setelah
pulang sekolah aku akan berangkat menuju seoul bersama keluarga, hmm entahlah
aku tak tau apa yang sedang mereka fikirkan tapi arkan berkata kepadaku “
akankah kamu pergi ke Seoul secepat itu?’ akupun berkata ke pada arkan “ iya,
aku harus pergi karena pekerjaan ayah sudah mendesak disana” aku melihat raut
wajah arkan yang langsung berubah entah apa yang iya fikirkan saat itu.
Kemudian aku berkata ke Mia dan Arkan “ aku harap kalian bisa mengantarku ke
bandara sebentar yah, aku mohon” mia berkata “ iya saya akan usahakan tapi aku
mohon jangan lupakan aku yah aku mohon” aku berkata ke Mia ‘ iya pasti, tidak
mungkin aku melupakan kalian sahabat-sahabatku yang sering ada mendampingiku
baik dalam keadaan senang maupun susah’ Mia pun tersenyum dan langsung
memelukku. Bel pulang berbunyi, aku meminta Mia dan Arkan agar pulang kerumahku
sambil melakukan perpisahan sebelum aku ke Seoul tapi aku tak tau kenapa Arkan
menolak permintaanku itu, sontak saja aku kecewa dan langsung pulang bersama Mia,
di rumah keluargaku sudah menunggu baru saja aku sampai eh malah langsung
berangkat lagi ke bandara. Setelah aku sampai di bandara ternyata 10 menit lagi
pesawatnya akan terbang aku sangat menanti kedatangan Arkan tapi percuma tak
ada tanda-tanda dia ada disini, aku berpelukan dengan Mia sambil meneteskan air
mata karena baru kali ini kami berdua akan terpisahkan. Ayah sudah memanggil
sebentar lagi kami akan berangkat menuju Seoul, aku memperhatikan raut wajah Mia
sahabataku itu sepertinya dia sangat tidak rela melepas kepergianku, aku
berjalan menuju pintu pesawat dan dari belakang ada seorang pria berkacamata
menghampiriku ternyata dia Arkan aku tidak menyangka dia akan datang, dia membawakanku
bingkisan entah apa isinya tapi dia berpesan agar bingkisan itu jangan di buka
dulu. Ini waktunya semua penumpang naik ke pesawat aku kembali memeluk Mia dan
Arkan setelah itu aku masuk ke pesawat, sempat aku melihat Arkan meneteskan air
mata karena kepergianku ini aku tak menyangka bisa juga dia nangis padahalkan
dia paling jarang nangis diantara kami maklumlah diakan anak cowok.
***
Hari ini adalah hari
pertamaku di Seoul, hari pertama masuk sekolah dan entah kenapa aku sangat
bersemangat mungkin karena seoul adalah negara yang kuimpikan selama ini,
setelah sampai disekolah aku melihat suasana di sekolah itu sepertinya
menyenangkan saat aku sampai dikelas ternyata ibu guru sudah menanti saat aku
masuk aku disambut oleh murid-murid disana ternyata mereka semua baik-baik yah,
aku di persilahkan memperkenalkan diri tapi harus dalam bahasa korea maklumlah
mereka tidak mengerti bahasa indonesia .
Aku: annyeong haseyo, naneun
Wily imnida, naneun indonesia aesso
wassoyo, mannaso pangawoyo.. (hi, nama saya wily, saya
berasal dari indonesia, senang bertemu dengan anda)
Songsengnim: annyeong
haseyo, coheun siganeul bune. (hi juga, selamat datang)
Aku: hangukaeseowi
cheospanccaenal jidureul hasigi baramnida.. (ini hari pertama saya di korea
mohon bimbingnnya).
Sonsengnim: gomawoyo, ancceuseyo.(terima
kasih, silahkan duduk).
Aku: gamsahamnida.. (terima
kasih).
Hari berlalu begitu saja
sangat banyak hal yang kulakukan di seoul, aku sangat bahagia karena bisa
tinggal di negara yang kuimpikan yaitu korea selatan tepatnya di seoul, tapi
kebahagiaanku ini rasanya tidak lengkap karena tak ada sahabat-sahabatku yang
mendampingi. Ah sudahlah, tak usah ku berlarut dalam kesedihan ini jika memang
tuhan berkehendak pasti kita akan bertemu lagi.
Nantikan episode
selanjutnya chingu.. :)

0 komentar:
Posting Komentar