Antara Mereka dan Seoul

Senin, 19 November 2012

Antara  Mereka  dan  Seoul
Alarm berbunyi tepat pukul 05.00, aku terbangun dari tidurku dan tak sadar ternyata aku masih ada diposisi terakhir sebelum aku tidur yaitu di ruang belajar, saat itu adzan sudah mulai berkumandang dan tanpa fikir panjang aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian aku berangkat ke mushallah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, setelah menunaikan shalat subuh aku kembali kerumah di tengah perjalanan aku bertemu dengan salah seorang sahabatku yaitu mia, dia adalah teman TK ku dulu dan sekarang dia adalah sahabatku. sejak TK sampai SMA kami senantiasa selalu bersama dan tak pernah terpisahkan, aku pulang bersama dengan Mia dan sepupunya yaitu Arkan, Arkan adalah sepupu Mia dari Jogja dia adalah cowok berambut hitam berkacamata dan tinggi umurnya kira-kira sama denganku yakni 15 tahun, mereka berdua mengantarku pulang kerumah menggunakan mobil Arkan karena jarak rumah kami tidak terlalu jauh jadi aku putuskan untuk ikut bersama Mia sekalian untuk menghemat energi.
***
Suara pak udin sudah terdengar dari depan rumah memanggil aku sembari berkata “ non cepetan entar terlambat lagi loh ini kan hari senin jadi ke sekolahnya harus lebih cepat”,
 Aku yang saat itu baru saja sarapan langsung ke luar rumah menghampiri Pak udin tapi sebelum itu aku berpamitan dulu dengan ibu dan ayah. Di dalam mobil aku menikmati perjalanan hari itu jalanan sangatlah macet dan ditengah perjalanan aku bertemu dengan Mia dan Arkan lagi tentunya, ternyata Arkan itu sudah memutuskan untuk pindah sekolah ke sekolahku yakni di SMA NUSA 2 kami berpapasan di gerbang sekolah dan kami berjalan bertiga masuk kekelas tapi Arkan terlebih dahulu keruangan kepala sekolah, belpun berbunyi semua berhamburan ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera, saat itu aku tak melihat sosok Arkan lagi mungkin dia masih ada diruang kepala sekolah, setelah upacara selesai aku, Mia dan yang lainnya kembali lagi kekelas, tak berapa lama kami sampai dikelas kepala sekolah datang bersama dengan pria berambut hitam dan berkacamata masuk kedalam kelas, ternyata dia Arkan sepupunya Mia dia satu kelas denganku, setelah Arkan memperkenalkan diri dia dipersilahkan duduk karena hanya aku yang duduk sendiri jadinya Arkan duduk disampingku untuk 6 bulan kedepan. Hari demi hari berlalu begitu saja banyak hal yang menyenangkan yang kami bertiga lakukan bersama sampai akhirnya ulangan tengah semester pun dimulai dan aku terpisah ruangan dengan Mia dan Arkan, seminggu telah berlalu waktunya pengumuman siapa yang akan menempati peringkat tertinggi dikelas dan tentu saja aku, Arkan dan Mia lah yang menduduki peringkat tiga besar sampai akhirnya kami merayakan kemenangan kami ini di rumah Mia, saat itu Mia dan ibunya sedang ada di dapur hanya tinggal aku saja dan Arkan yang ada di ruang tamu saat itu aku berbincang-bincang dengan Arkan dan membicarakan banyak hal yang mungkin tidak penting untuk di bicarakan.
***
Tepat pukul 19.00 aku dan keluarga berkumpul di ruang makan saat itu ayah baru pulang bekerja, dia bilang ke ibu kalau dia di tugaskan keluar negeri tepatnya di Seoul untuk beberapa tahun kedepan dan itu artinya aku dan keluarga harus ikut dengan ayah, dan keberangkatan kami tepat saat aku berulang tahun yang ke 15, sontak saja aku kaget dan tak menyangka harus hidup di negara orang tanpa sahabat-sahabatku tapi apalah mau dikata itukan tugas ayah dan tak mungkin ayah menolaknya, keesokan harinya Mia dan Arkan datang menjemputku untuk berangkat kesekolah di tengah perjalanan aku menceritakan semuanya ke Mia dan Arkan, aku melihat raut wajah mereka yang sedih dan murung seakan tak bisa merelakan kepergianku. Setelah sampai di sekolah aku melihat sekertaris ayah yang ternyata saat itu dia sedang mengurus surat pindahku ke Seoul, aku menghampiri sekertaris ayah itu dan bertanya “ memangnya kita jadi berangkat besok..?” dia berkata ‘iya dek, besok kalian sekeluarga akan melakukan perjalan ke seoul’ aku langsung kaget dan aku kembali kekelas merenungkan semua yang akan terjadi besok aku merenungkan dalam benakku mungkinkah aku bisa hidup tanpa mereka akankah aku bisa  menemukan sosok seperti mereka di sana, hmm entahlah.. -_-. Bel pulang berbunyi sontak seluruh siswa berhamburan keluar seperti biasa aku, Mia dan Arkan pulang bersama. Aku menceritakan keberangkatanku besok ke Mia dan Arkan, mereka hanya bisa diam tanpa kata. Saat aku sampai dirumah aku bertanya ke pada ibu “ ibu bisakah keberangkatan kita ditunda dulu? Aku mohon ibu” kemudian ibu berkata ‘ tidak nak, pekerjaan ayahmu sudah mendesak sekali sehingga kita harus berangkat kesana secepatnya, oh iya besok setelah kamu pulang sekolah kita sudah akan secepatnya berangkat ke bandara’. Aku kemudian meninggalkan ibu dan menuju kekamar sembari mempersiapkan barang-barang yang harus ku bawa menuju Seoul.
***
Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah bersama Mia tapi aku tidak melihat Arkan pagi itu, ditengah perjalanan aku bercerita ke Mia bahwa sebentar setelah pulang dari sekolah aku akan berangkat ke Seoul tapi seperti biasa Mia hanya diam dan murung. Setelah sampai disekolah aku memasuki pintu gerbang dengan perasaan tidak karuan, aku menuju ke kelas bersama Mia dan saat aku memasuki kelas aku mendapat kejutan dari teman-teman termasuk Arkan, mereka ternyata sudah mempersiapkan kejutan untukku untuk merayakan hari ulang tahunku yang ke 15 aku sangat senang dan tidak menyangka mereka akan melakukan hal seperti itu. Arkan menghampiriku sambil membawa kue tar berwarna ungu, sedangkan teman-temanku yang lain menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku *selamat ulang tahun..., tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga* Mia berteriak ‘ make a wish dulu’, dalam hati aku berdoa entah apa yang kupikirkan saat itu tapi yang jelas aku berharap semoga aku tak akan dipisahkan dari mereka dari sahabat-sahabatku yang senantiasa membuat hariku terus berwarna dengan canda tawa mereka. Setelah proses belajar mengajar selesai aku berkata ke teman-teman kelasku bahwa hari ini adalah hari terakhir kami bersama di SMA NUSA 2 karena sebentar setelah pulang sekolah aku akan berangkat menuju seoul bersama keluarga, hmm entahlah aku tak tau apa yang sedang mereka fikirkan tapi arkan berkata kepadaku “ akankah kamu pergi ke Seoul secepat itu?’ akupun berkata ke pada arkan “ iya, aku harus pergi karena pekerjaan ayah sudah mendesak disana” aku melihat raut wajah arkan yang langsung berubah entah apa yang iya fikirkan saat itu. Kemudian aku berkata ke Mia dan Arkan “ aku harap kalian bisa mengantarku ke bandara sebentar yah, aku mohon” mia berkata “ iya saya akan usahakan tapi aku mohon jangan lupakan aku yah aku mohon” aku berkata ke Mia ‘ iya pasti, tidak mungkin aku melupakan kalian sahabat-sahabatku yang sering ada mendampingiku baik dalam keadaan senang maupun susah’ Mia pun tersenyum dan langsung memelukku. Bel pulang berbunyi, aku meminta Mia dan Arkan agar pulang kerumahku sambil melakukan perpisahan sebelum aku ke Seoul tapi aku tak tau kenapa Arkan menolak permintaanku itu, sontak saja aku kecewa dan langsung pulang bersama Mia, di rumah keluargaku sudah menunggu baru saja aku sampai eh malah langsung berangkat lagi ke bandara. Setelah aku sampai di bandara ternyata 10 menit lagi pesawatnya akan terbang aku sangat menanti kedatangan Arkan tapi percuma tak ada tanda-tanda dia ada disini, aku berpelukan dengan Mia sambil meneteskan air mata karena baru kali ini kami berdua akan terpisahkan. Ayah sudah memanggil sebentar lagi kami akan berangkat menuju Seoul, aku memperhatikan raut wajah Mia sahabataku itu sepertinya dia sangat tidak rela melepas kepergianku, aku berjalan menuju pintu pesawat dan dari belakang ada seorang pria berkacamata menghampiriku ternyata dia Arkan aku tidak menyangka dia akan datang, dia membawakanku bingkisan entah apa isinya tapi dia berpesan agar bingkisan itu jangan di buka dulu. Ini waktunya semua penumpang naik ke pesawat aku kembali memeluk Mia dan Arkan setelah itu aku masuk ke pesawat, sempat aku melihat Arkan meneteskan air mata karena kepergianku ini aku tak menyangka bisa juga dia nangis padahalkan dia paling jarang nangis diantara kami maklumlah diakan anak cowok.
***
Hari ini adalah hari pertamaku di Seoul, hari pertama masuk sekolah dan entah kenapa aku sangat bersemangat mungkin karena seoul adalah negara yang kuimpikan selama ini, setelah sampai disekolah aku melihat suasana di sekolah itu sepertinya menyenangkan saat aku sampai dikelas ternyata ibu guru sudah menanti saat aku masuk aku disambut oleh murid-murid disana ternyata mereka semua baik-baik yah, aku di persilahkan memperkenalkan diri tapi harus dalam bahasa korea maklumlah mereka tidak mengerti bahasa indonesia .
Aku: annyeong haseyo, naneun Wily  imnida, naneun indonesia aesso wassoyo, mannaso  pangawoyo.. (hi, nama saya wily, saya berasal dari indonesia, senang bertemu dengan anda)
Songsengnim: annyeong haseyo, coheun siganeul bune. (hi juga, selamat datang)
Aku: hangukaeseowi cheospanccaenal jidureul hasigi baramnida.. (ini hari pertama saya di korea mohon bimbingnnya).
Sonsengnim: gomawoyo, ancceuseyo.(terima kasih, silahkan duduk).
Aku: gamsahamnida.. (terima kasih).
Hari berlalu begitu saja sangat banyak hal yang kulakukan di seoul, aku sangat bahagia karena bisa tinggal di negara yang kuimpikan yaitu korea selatan tepatnya di seoul, tapi kebahagiaanku ini rasanya tidak lengkap karena tak ada sahabat-sahabatku yang mendampingi. Ah sudahlah, tak usah ku berlarut dalam kesedihan ini jika memang tuhan berkehendak pasti kita akan bertemu lagi.

Nantikan episode selanjutnya  chingu.. :)


0 komentar:

Posting Komentar